ANALYSIS OF ABILITY DIGITAL LITERACY FOR LIBRARIANS AT SURABAYA STATE UNIVERSITY LIBRARY

  • Najwa Wahyu Aqila Faculty of Social and Political Science, Wijaya Kusuma University Surabaya
  • Bakhtiyar Faculty of Social and Political Science, Wijaya Kusuma University Surabaya
  • Bambang Prakoso Faculty of Social and Political Science, Wijaya Kusuma University Surabaya
Keywords: digital literacy, librarian, library academic , digital media, UNESA Library Unit.

Abstract

Development technology very rapid information has change face library become center service digital information. Librarian No Again only on duty in service physical , but also required For own ability digital literacy which includes access , evaluation , creation , reflection , and participation information in a way critical and ethical research​ This done For know to what extent is the ability digital literacy of librarians at the UPT Library of Surabaya State University (UNESA), with use five element theory digital literacy from Renee Hobbs (2010), namely access, analyze, create, reflect, and act. Research This use approach qualitative descriptive. Data collection techniques are carried out through interview deep against five librarians from various field services, namely collection work scientific, references and publications periodically, two of circulation, as well as automation and conservation.

Data analysis was performed using the Miles, Huberman, and Saldaña model which includes stage data reduction, data presentation, and data extraction conclusion. Research results show that ability librarian in access and analyze aspects are in the category good, but the ability in the aspects of create, reflect, and act is still diverse and yet evenly. Some librarian Not yet active make digital content, not yet in a way consistent reflect mark ethical in management information, and minimal involvement in public digital spaces. It is necessary training digital literacy in general comprehensive, collaborative between divisions, as well as support policy institutional so that librarians can play a role as agent digital literacy in environment academic.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z. (2019). Peningkatan kualitas pustakawan melalui literasi digital. Yogyakarta: Pustaka Edukasi.
Ati, H. (2019). Pemanfaatan perpustakaan di era digital. Jakarta: Pustaka Ilmu.
Daryono. (2017). Literasi informasi digital: Sebuah tantangan bagi pustakawan. Jakarta: Penerbit Pustaka.
Datareportal. (2022). Digital 2022: Global overview report. https://datareportal.com/reports/digital-2022-global-overview-report
Fitria, I., & Nasution, R. (2019). Etika digital dan peran pustakawan dalam menjaga integritas akademik. Jurnal Komunika, 11(2), 76–88.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: Wiley.
Handayani, S., & Surahman, E. (2021). Kolaborasi pustakawan dan dosen dalam pengembangan repository institusi. Jurnal Riset Informasi dan Perpustakaan, 6(1), 55–65.
Hapsari, D. (2021). Analisis kompetensi literasi digital pustakawan perguruan tinggi. Jurnal Media Pustaka, 8(2), 21–33.
Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. Aspen Institute.
Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: Connecting culture and classroom. Thousand Oaks, CA: Corwin.
IFLA. (2018). Global Vision Report: Library Trends and Challenges.
Kamulyan, T., & Primasari, A. (2016). Perpustakaan dan tantangan teknologi informasi. Bandung: Literasi Nusantara.
Kurnianingsih, W., Nugroho, Y., & Saputri, A. (2017). Upaya peningkatan kemampuan literasi digital bagi tenaga perpustakaan sekolah dan guru di wilayah Jakarta Pusat melalui pelatihan literasi informasi. Jurnal Literasi dan Informasi, 4(1), 45–56.
Kurnianingsih, W., Nugroho, Y., & Saputri, A. (2018). Pustakawan sebagai agen literasi informasi: Studi pengembangan konten digital di perpustakaan. Jurnal Kajian Perpustakaan, 6(2), 123–132.
Kurniasih, A. (2015). Pengelolaan sistem otomasi perpustakaan di era digital. Jurnal Sistem Informasi Perpustakaan, 2(2), 45–52.
Kurniasih, R., & Lestari, W. (2022). Pelatihan literasi digital untuk pustakawan di era 4.0. Jurnal InfoLit, 7(1), 77–89.
Lestari, N., & Afifah, H. (2021). Literasi digital dan peran pustakawan di era informasi. Jurnal Literasi Informasi, 6(1), 12–20.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE.
Mustika, R. (2017). Profesionalisme pustakawan dalam mengelola perpustakaan sekolah berbasis digital. Jurnal Pendidikan dan Literasi Digital, 3(1), 21–28.
Nasution, D., & Zulkarnain, R. (2022). Literasi digital pustakawan dan pengaruhnya terhadap layanan informasi di perpustakaan akademik. Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan, 10(2), 123–134.
Nurjanah, R., & Rachmawati, R. (2020). Perilaku pencarian informasi mahasiswa di era digital. Literasia: Jurnal Perpustakaan, 5(2), 34–47.
Nurjanah, S., Fatimah, N., & Kurniawan, T. (2017). Hubungan literasi digital dengan kualitas penggunaan e-resources. Jurnal Media Digital, 5(2), 78–89.
Pendit, P. H. (2010). Ilmu informasi dan kepustakawanan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Pratiwi, A., & Mahendra, D. (2022). Refleksi etis pustakawan dalam pelayanan digital. Jurnal Etika Informasi, 4(1), 88–97.
Putri, A., & Sembiring, H. (2021). Evaluasi literasi digital pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Jurnal Perpustakaan Indonesia, 9(1), 44–58.
Royani, N., & Rahayu, S. (2022). Penerapan literasi digital pustakawan dalam pengelolaan repository institusi. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 9(1), 45–55.
Siregar, M., & Fitriani, R. (2020). Literasi digital pustakawan perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Jurnal Literasi Akademik, 8(2), 102–114.
Soraya, R., & Rohmaniyah, D. (2023). Peran pustakawan layanan sirkulasi dalam meningkatkan literasi digital. Jurnal Pelayanan Informasi, 7(1), 40–53.
Subekti, M., & Hidayat, A. (2021). Blog bukan sumber ilmiah: Analisis validitas referensi digital mahasiswa. Jurnal Literasi Digital dan Informasi, 6(1), 34–43.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiarto, A., & Rohmana, M. (2021). Pemanfaatan e-resources oleh mahasiswa di perpustakaan perguruan tinggi. Jurnal IPI, 9(1), 59–68.
Suhardi, T., Lestari, A., & Putra, A. (2017). Literasi digital: Teori dan implementasi. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, 10(2), 122–130.
Suwarto. (2015). Konsep literasi digital dalam perspektif pustakawan. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 17(1), 67–74.
UNESCO. (2011). Media and information literacy curriculum for teachers. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Wahyudi, J. (2017). Peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi digital. Jurnal Kepustakawanan Digital, 5(1), 88–97.
Widayanti, L. (2015). Pemanfaatan OPAC dalam menunjang akses informasi di perpustakaan. Jurnal Informasi dan Kepustakawanan, 3(1), 55–64.
Wright, A. (2015). 10 benefits of digital literacy in the 21st century. Oxford: Open Learning Press.
Published
2025-07-25