CRIMINAL LAW POLICY AND NON-PENAL EFFORTS IN ADDRESSING JUVENILE DELINQUENCY IN INDONESIA: A LEGAL-CRIMINOLOGICAL REVIEW

  • Moch Eko Setiyo Budi Utomo Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Boyolali
  • Nur Melia Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Boyolali
  • Dwi Imroatus Sholikah Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Boyolali
  • Burham Pranawa Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Boyolali
Keywords: Juvenile Delinquency, Juvenile Justice System, Non-Penal Measures, Restorative Justice, Child Protection.

Abstract

Juvenile delinquency is a multifaceted phenomenon necessitating a comprehensive approach that integrates legal, psychological, and social perspectives. The legal complications arising from a minor's interaction with the criminal justice system significantly impact their psychological well-being and future prospects; thus, a critical analysis of policy effectiveness is imperative. Employing normative legal research, this study demonstrates that the penal approach frequently engenders detrimental stigmatization. Consequently, a paradigm shift toward non-penal measures and the implementation of a double-track system is required, alongside the optimization of conditional sentencing. Furthermore, the concept of 'Reintegrative Shaming'serves as a viable alternative to rehabilitate minors while upholding their fundamental rights as mandated by child protection legislation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, Barda Nawawi. 1991. Kebijakan Hukum Pidana. Semarang: FH Undip.
Arief, Barda Nawawi. 1991. Upaya Non Penal dalam Kebijakan Penanggulangan Kejahatan. Semarang: FH Undip.
Arief, Barda Nawawi. 1992. Bunga Rampai Hukum Pidana. Bandung: Alumni.
Atmasasmita, Romli. 1985. Problema Kenakalan anak dan Remaja. Bandung: Armico.
Gosita, Arief. 2004. Masalah Perlindungan Anak. Jakarta: Akademika Presindo.
Gultom, Maidin. 2008. Perlindungan Hukum terhadap Anak, Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.
Gunarso, Singgih. 1999. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hadisuprapto, Paulus. 1997. Juvenile Delinquency, Pemahaman dan Penanganannya. Bandung: Citra Adithya Bakti.
Hadisuprapto, Paulus. 2003. Pemberian Malu Integratif sebagai sarana Non-Penal Penanggulangan Perilaku Delikuensi Anak, Disertasi Doktor Ilmu Hukum, UNDIP.
Muladi. 1992. Lembaga Pidana Bersyarat. Bandung: Alumni.
Muladi. 1995. Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Undip.
Muladi dan Barda Nawawi Arief. 1984. Teori-teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.
Pasaribu, M. & Simanjuntak, B. 1992. Kitab Undang-undang Pengadilan Anak. Jakarta: Bumi Angkasa.
Prinst, Darwan. 2003. Hukum Anak Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Sahetapy, J.E. 1992. Teori-Teori Kriminologi, Suatu Pengantar. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Sambas, Nandang. 2010. Pembaharuan Sistem Pemidanaan Anak di Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Shanty, Delyana. 1988. Wanita dan Anak di Mata Hukum. Yogyakarta: Liberty.
Sholehuddin. 2004. Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana, Ide Double Track System dan Implementasinya. Jakarta: Radjawali Press.
Supramono, Gatot. 2000. Hukum Acara Pengadilan Anak. Jakarta: Djambatan.
Wadong, Maulana Hassan. 2000. Pengantar Advokasi dan Hukum Perlindungan Anak. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Yusuf, Syamsu. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Undang-undang No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Undang-undang No. 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak.
Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Published
2026-02-20